Togetherness is Everything

KEDISIPLINAN SISWA (Seragam, Motor, Handphone)

bukitkita.com - Siswa yang baik adalah siswa yang selalu disiplin dan selalu menaati peraturan sekolah. Tapi bagaimana dengan siswa-siswi SMPN 2 Luragung? Apakah mereka bisa berdisiplin dan menaati peraturan sekolah? Jawabannya adalah 65% survey membuktikan bahwa siswa-siswi SMPN 2 Luragung masih belum bisa berdisiplin. Terutama berdisiplin tentang waktu, cara berpakaian, larangan membawa handphone ke sekolah, dll.

disiplin2

Gambar by : Google

Misalnya tentang waktu. Di SMPN 2 Luragung, jam masuk di tetapkan pukul 07.15 wib. Nah pada pukul itulah bel masuk di bunyikan. Tetapi apa yang terjadi? Mereka sama sekali tidak menghiraukan suara bel masuk itu. Apalagi siswa laki-laki bukannya masuk ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran malah sebaliknya mereka pura-pura tidak mendengar dan tetap diam di luar dan terkadang  mereka pergi ke kantin di saat jam pelajaran akan berlangsung. Apakah itu yang di sebut seorang pelajar?

Nah, misalnya lagi tentang cara berpakaian, pasti setiap sekolah menginginkan siswa-siswinya berpakaian rapih kan? Tapi bagaimana jika sebaliknya? Seperti siswa SMPN 2 Luragung. Siswa laki-laki yang terkadang tidak pernah memperhatikan peraturan sekolah, sering kali melanggar peraturan itu. Seperti peraturan tentang cara berpakaian yang rapih. Apalagi jika hari senin tiba dimana hari dilaksanakannya upacara bendera menurut Pembina upacara, hari senin itu adalah hari kesadaran bagi kita, karena pada hari itu kita dapat mengenang jasa para pahlawan yang gugur di medan perang. Oleh karena itu, Pembina upacara sangat mengharapkan agar siswa-siswi bisa dating tepat waktu, serta dapat mengenakan pakaian dengan rapih, yang lengkap engan atribut.

Tetapi, tetap saja banyak siswa laki-laki yang sering datang terlambat, pakaiannya tidak rapih (bajunya selalu di keluarkan), dan masih ada juga siswa yang tidak memakai atribut. Padahal mereka sering loh kena hukuman seperti di suruh lari beberapa keliling loh, mungutin sampah, dll. Tetapi kenapa yaa mereka nggak kapok-kapok?

Gambar by : Google

Gambar by : Google

Di lain waktu, pihak sekolah juga sering mengadakan razia ke tiap kelas. Seperti razia handphone, kuku dan rambut siswa-siswi yang di cat atau rambut siswa laki-laki yang gondrong. Sering kali pihak sekolah menemukan siswa yang membawa handphone ke sekolah. Sebenarnya untuk apa sih membawa handphone ke sekolah? Buat pamer-pameran? Gaya-gayaa? Atau buat smsan, facebookan dan twitteran? Apa sih untungnya smsan, facebookan dan twitteran? Cuma buang-buang pulsa aja kan? Lagian mereka tuh ke sekolah niatnya mau belajar atau mau membuang-buang waktu sih? Bagaimana nasib Negara kita jika generasi penerusnya seperti itu?! APA KATA DUNIA??!!

Saya mengharapkan agar pihak sekolah lebih memperhatikan masalah ini. Memang masalah ini sepela, tapi berdampak negative bagi sekolah kita. Bagaimana sekolah kita bisa maju jika siswa-siswinya seperti ini? Dan saya juga mengharapkan kepada siswa-siswi/rekan-rekan sekolah yang suka membawa motor supaya bisa tidak membawa motor ke sekolah. Lagi pula jarak rumah kita ke sekolah tidak seberapa jauh. Berangkatlah ke sekolah dengan berjalan kaki. Karena berjalan kaki itu lebih bermanfaat dari pada mengendarai motor. (Jn/bukitkita.com).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>